Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Wastra, Otorita IKN dan Bank Indonesia Dorong Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Pelatihan Ecoprint
29 April 2026 · 10:30 AM
Reading Time 3 Minutes
Share Article
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint
Pelatihan Ecoprint

Keterangan foto: Otorita IKN bersama Bank Indonesia menyelenggarakan Workshop Ecoprint untuk masyarakat di delineasi IKN (29/4/2026).

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat di wilayah delineasi IKN melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Ecoprint yang digelar di Kantor Kemenko 3 dan Rusun ASN 4 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, pada 27–29 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat agar mampu beradaptasi dan berperan aktif dalam transformasi ekonomi di kawasan IKN, khususnya pada subsektor wastra yang dikembangkan sebagai identitas ekonomi kreatif Nusantara.

Pelatihan menghadirkan fasilitator dari Eco.J Ecoprint Yogyakarta, Indra Suryanto dan Rubi Utami Varalin, yang memberikan pendampingan teknis mulai dari pengenalan bahan, teknik pewarnaan alami, hingga pengembangan desain produk bernilai jual.

Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM dan penguatan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. Subsektor wastra menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi kreatif untuk melahirkan produk khas Nusantara yang berdaya saing tinggi.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menekankan pentingnya inovasi masyarakat dalam mendukung transformasi IKN menuju Ibu Kota Politik 2028.

“Target IKN nantinya adalah zero kemiskinan. Kita sepakat bahwa kemiskinan dapat kita hilangkan melalui pengembangan SDM. Masyarakat harus mampu berinovasi dalam produk wastra agar memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Alimuddin.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan IKN diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Saya berharap momentum ini dimanfaatkan dengan baik, sehingga pada 2028 masyarakat sekitar IKN sudah merasakan peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia IKN, Aswin Gantina, menyampaikan komitmen BI dalam memperkuat UMKM melalui korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan akses pembiayaan.

“Kami memperkuat kelembagaan dan kapasitas UMKM terlebih dahulu, kemudian menghubungkannya dengan akses pembiayaan agar usaha dapat berkembang berkelanjutan,” ujarnya.

Dari sisi peserta, Siti Aisyah dari Kecamatan Samboja menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru dalam pengembangan usaha.

“Terima kasih kepada Otorita IKN atas pelatihan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan kami. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut agar UMKM kami bisa berkembang,” ujarnya.

Peserta lainnya, Dewi Yulhermawati dari Kecamatan Sepaku, juga menilai kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Ini pengalaman baru bagi kami, terutama ibu rumah tangga. Harapannya kegiatan ini berkelanjutan sehingga kami bisa membentuk usaha bersama di tingkat kelurahan,” ungkapnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Otorita IKN dan Bank Indonesia dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan mendorong ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sebagai bagian dari pembangunan IKN yang inklusif dan berkelanjutan.

(Rabu, 29 April 2026)

 

Dokumentasi Foto

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Written by
Humas Otorita IKN - Rifda
Share This Article
Contactcallcenter