Berita Ibu Kota Nusantara

Berikut merupakan siaran pers terkini mengenai keberlanjutan dari Ibu Kota Nusantara. Siaran pers menyajikan berita seputar pembangunan, event, organisasi dan proses lengkap kejadian yang ada pada Ibu Kota Nusantara.

IKN Fun Day
Kunjungan
14 Mei 2026

IKN Fun Day Hadirkan Workshop Membatik Pewarna Alami, Kenalkan Potensi Hutan Kalimantan Lewat Wastra

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan workshop membatik dengan pewarna alami sebagai bagian dari rangkaian kegiatan IKN Fun Day dalam momentum libur Kenaikan Isa Almasih. Kegiatan workshop ini berlangsung pada Kamis-Jumat, 14-15 Mei 2026 pukul 10.00-16.00 WITA di kawasan Sentra Massa IKN dan terbuka gratis untuk umum tanpa pendaftaran. Workshop ini mengajak pengunjung mengenal teknik membatik sederhana dengan metode shibori atau tie-dye menggunakan pewarna alami dari tanaman khas Kalimantan, seperti mangrove dan ketapang. Seluruh alat dan bahan telah disediakan panitia, dan hasil karya peserta dapat dibawa pulang. Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN sekaligus Ketua Panitia Pelayanan Kunjungan Masyarakat periode libur Kenaikan Isa Almasih 2026, Myrna A. Safitri mengatakan, kegiatan ini dirancang agar pengunjung tidak hanya menikmati kawasan IKN, tetapi juga terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan sekaligus edukatif. “Melalui workshop membatik ini, masyarakat dapat mengenal bagaimana tanaman di hutan IKN dimanfaatkan sebagai pewarna tekstil alami. Batik merupakan medium untuk mengekspresikan kebudayaan, termasuk memperkenalkan ragam hias khas wilayah IKN,” ujarnya, Kamis (14/05/2026) di Sentra Massa IKN. Dalam proses pewarnaan, ketapang direbus untuk menghasilkan warna alami, sementara bagian mangrove yang digunakan dapat berupa propagul, kulit, maupun daun yang telah digeprek agar sarinya keluar. Variasi warna dihasilkan melalui proses fiksasi menggunakan kapur, tawas, dan tunjung yang menghasilkan warna merah bata, pink, biru tua, hingga kecokelatan. Menurut Myrna, batik khas IKN memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi budaya maupun ekonomi kreatif. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke IKN, kebutuhan akan suvenir khas daerah dinilai semakin terbuka. “Kaos mungkin sudah banyak, tetapi batik khas IKN masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Kami berharap peluang ini dapat dimanfaatkan masyarakat lokal,” katanya. Ia menambahkan, Otorita IKN terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan agar mampu menghasilkan batik dan wastra berkualitas yang memiliki daya saing lebih luas. Antusiasme pengunjung terlihat dari partisipasi keluarga yang mengikuti workshop tersebut. Salah satunya Novita Sandra, pengunjung asal Samarinda, yang datang bersama anaknya. “Hari ini saya coba membatik dan ternyata di IKN membatiknya versi tie-dye menggunakan cairan dari tumbuhan khas Kalimantan seperti mangrove dan ketapang. Saya baru tahu pewarna bisa berasal dari akar-akar tumbuhan. Kegiatannya seru dan edukatif, apalagi saya bawa anak kecil, jadi bisa menambah pengalaman mereka selain berkeliling di IKN,” ujarnya. Selain workshop membatik, IKN Fun Day juga menghadirkan berbagai aktivitas lain yang ramah keluarga dan lintas usia, seperti mendongeng, mewarnai satwa liar, permainan tradisional, hingga area bermain catur. “Harapannya, Sentra Massa dapat menjadi pusat aktivitas yang menyenangkan bagi pengunjung. Kami ingin IKN menjadi ruang yang ramah keluarga, ramah gender, dan ramah usia,” tutur Myrna. Rangkaian IKN Fun Day akan berlangsung selama 14-17 Mei 2026 dan turut diisi berbagai kegiatan seperti membatik, penanaman pohon, permainan catur, mendongeng dan mewarnai, hingga permainan anak. (Kamis, 14 Mei 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

El Nino
Reforestasi
14 Mei 2026

Antisipasi Dampak El Niño, IKN Siapkan Strategi Penanganan Karhutla Berbasis Teknologi

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat kesiapan menghadapi ancaman musim kemarau panjang (El Niño) 2026 melalui sistem mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berbasis teknologi, penguatan infrastruktur pemadaman, serta kolaborasi bersama masyarakat dan lintas pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan dan aktivitas masyarakat di Nusantara tetap berjalan aman dan berkelanjutan di tengah potensi cuaca ekstrem tahun ini. Kesiapan tersebut dibahas dalam Koordinasi Pemantapan Musim Kemarau 2026 dan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar pada Rabu (13/05/2026) di Kantor Otorita IKN. El Niño merupakan fenomena alam yang terjadi secara siklik dan dapat memengaruhi Indonesia melalui perubahan proses hidrologis serta pola curah hujan. Dampaknya, musim kemarau dapat berlangsung lebih kering dan panjang sehingga perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Berdasarkan data paparan BMKG pada April 2026 menyatakan bahwa sifat musim kemarau di IKN di tahun 2026 sebagian besar bawah normal yang artinya curah hujan saat musim kemarau diperkirakan lebih sedikit dari rata-rata normal, sehingga kondisi cenderung lebih kering dan potensi kekeringan atau Karhutla bisa meningkat. Berdasarkan prakiraan curah hujan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan rendah berkisar 0–20 mm. Sementara itu, sepanjang 2026 terdapat beberapa titik panas yang terkonsentrasi di wilayah Sepaku, Samboja, Muara Jawa, dan sekitar Mentawir. Mengantisipasi kondisi tersebut, Otorita IKN telah menggagas strategi pengendalian Karhutla mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan dan deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pasca kebakaran. Pada tahap pencegahan, Otorita IKN menyiapkan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) penanganan Karhutla, meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat termasuk masyarakat adat, memperluas penyampaian informasi melalui kegiatan keagamaan seperti dakwah, serta memperkuat pengawasan di kawasan rawan kebakaran. Pada tahap kesiapsiagaan dan deteksi dini, Otorita IKN mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui pemasangan sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN yang memiliki potensi Karhutla. Pemantauan dilakukan secara langsung melalui command center Otorita IKN yang terintegrasi dengan sistem panggilan darurat dan panic button guna mempercepat respons penanganan. Selain itu, kesiapan pemadaman juga diperkuat melalui penyediaan pos pemadam kebakaran di lima lokasi, yakni Maridan, Sepaku, Samboja, Loa Janan, dan Muara Jawa, termasuk pos Damkar di kawasan KIPP IKN. Otorita IKN juga telah memetakan potensi sumber air di kawasan delineasi untuk memastikan ketersediaan pasokan air saat proses pemadaman berlangsung. Pada tahap pasca kebakaran, dilakukan inventarisasi luas area terdampak Karhutla, pengawasan wilayah pasca kejadian, serta langkah penanganan lanjutan guna mencegah kebakaran berulang. Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyatakan bahwa strategi penanganan yang dilakukan Otorita IKN bertujuan agar aktivitas masyarakat di wilayah IKN tidak terganggu. “Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu,” ujar Troy Pantouw. Selain memperkuat sistem dan infrastruktur, Otorita IKN juga akan berkolaborasi dengan beberapa desa dan lintas pemangku kepentingan di wilayah delineasi IKN terutama melalui program masyarakat peduli api, masyarakat mitra Polhut, dan desa tangguh bencana. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam mitigasi dan penanganan Karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. (Kamis, 14 Mei 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

SK Kearifan Lokal
Keanekaragaman Hayati
13 Mei 2026

Kearifan Lokal Dilindungi di Nusantara, Otorita IKN Serahkan SK untuk Masyarakat Adat Paser di Mentawir

NUSANTARA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyerahkan Salinan Keputusan Kepala Otorita IKN Nomor 84 Tahun 2026 tentang Pengakuan dan Pelindungan Kearifan Lokal Masyarakat Adat Paser di Mentawir dalam Pelindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Ibu Kota Nusantara. Penyerahan salinan keputusan tersebut dilaksanakan pada Rabu (13/5/2026) di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Keputusan ini menandai dasar pengakuan terhadap keberadaan kearifan lokal masyarakat adat Paser di Mentawir dalam menjaga lingkungan hidup di kawasan Nusantara. Basuki menyampaikan bahwa pembangunan kawasan Nusantara perlu berjalan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan masyarakat adat yang hidup di dalamnya. “Kami sadar pembangunan IKN ini harus berdasar pada semangat kita, yaitu kota dunia untuk semua, termasuk bagi masyarakat adat di dalamnya,” ujar Basuki. Mendukung hal tersebut, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menjelaskan bahwa pengakuan melalui penyerahan salinan keputusan ini dilakukan melalui proses pendampingan, verifikasi, serta mendapatkan masukan langsung dari masyarakat. Myrna menekankan bahwa kearifan lokal masyarakat adat menjadi bagian penting dalam memperkuat pelindungan ekosistem dan tata kelola lingkungan hidup di kawasan Nusantara. Kegiatan ini juga dirangkai dengan Dialog Otorita IKN dengan Badan Kerja Sama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) Indonesia yang menghadirkan perwakilan 30 perguruan tinggi. Forum tersebut membahas penguatan pengawasan dan penindakan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam, serta menghadirkan para pengurus dan anggota BKPSL dari berbagai perguruan tinggi. Kepala BKPSL Indonesia, Mahdi, menyampaikan bahwa forum ini mempertemukan perspektif pembangunan dan pelindungan lingkungan hidup. “Banyak hal yang sudah kami diskusikan, di dalam pengelolaan lingkungan hidup ini dipertemukan antara pembangunan dan kepentingan perlindungan lingkungan hidup. Semoga melalui kegiatan ini dapat muncul tindak lanjut ke depan, Investasi yang besar ini semoga segera dapat berdampak, termasuk bermanfaat bagi masyarakat kita semuanya,” ujarnya. Kepala Adat Masyarakat Paser di Mentawir, Sahnan, menyampaikan apresiasi atas diterbitkannya keputusan tersebut. “Kami berterima kasih karena kita adalah yang pertama mendapatkan SK Kearifan Lokal. Kita memiliki budaya-budaya, seperti budaya ronggeng, budaya menari, untuk itu kami mohon bantuannya,” ujar Sahnan. Basuki berharap keputusan ini dapat menjadi payung hukum bagi masyarakat adat Paser di Mentawir dalam menjaga kearifan lokal dan lingkungan hidup. “Saya sampaikan selamat untuk SK ini, alhamdulillah kita sudah memiliki payung hukum, semoga dapat memayungi bapak-ibu sekalian. Mudah-mudahan Mentawir ini lebih maju lagi ke depannya,” tutupnya. (Rabu, 13 Mei 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

OJK
Kerja Sama
12 Mei 2026

OJK Tegaskan Komitmen Hadir di IKN dan Dorong Percepatan Kehadiran Himbara

NUSANTARA — Otoritas Jasa Keuangan menegaskan komitmennya untuk hadir di Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui percepatan pembangunan kantor dan persiapan pemindahan pegawai secara bertahap ke IKN. Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi Wakil Ketua OJK bersama Otorita IKN di Kantor Otorita IKN pada Senin (11/05/2026). Audiensi tersebut membahas persiapan persil pembangunan kantor OJK, administrasi pembangunan, hingga kesiapan dukungan fasilitas bagi pegawai OJK yang nantinya bertugas di IKN. OJK juga telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk percepatan pembangunan kantor dan koordinasi kehadiran sektor jasa keuangan di Nusantara. Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara, Bimo Adi Nursanthyasto, menyampaikan dukungan penuh terhadap proses perpindahan OJK ke IKN, termasuk penyediaan fasilitas sementara bagi pegawai yang akan bertugas di Nusantara. “Kami akan siapkan, Pak, untuk kantor sementara dan rusun untuk pegawai OJK yang akan pindah ke sini. Suratnya bisa kami proses segera,” ujar Bimo Adi Nursanthyasto. Sementara itu, Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Hernawan Bekti Sasongko, menyampaikan bahwa kehadiran OJK di IKN diharapkan dapat menjadi katalis percepatan proses persiapan pembangunan kantor industri jasa keuangan yang akan beroperasi di IKN. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan layanan jasa keuangan di IKN, sekaligus mendukung aktivitas investasi, bisnis, dan pelayanan publik di kawasan Nusantara. Kehadiran OJK dan Industri Jasa Keuangan diharapkan mampu mempercepat terbentuknya pusat pertumbuhan ekonomi baru. (Selasa, 12 Mei 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
11 Mei 2026

Pelaku Ekonomi Kreatif Nusantara Didorong Adaptif di Era Digital

NUSANTARA — Dari dagangan yang tersusun di meja-meja, para pelaku ekonomi kreatif berkumpul di Multifunction Hall Kantor Bersama 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, untuk belajar meningkatkan keterampilan di dunia usaha melalui pemasaran digital dan transaksi non-tunai. Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin (11/5/2026) ini menghadirkan kolaborasi antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Bank Indonesia dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu beradaptasi dengan perkembangan transaksi dan pemasaran digital. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembayaran digital menggunakan QRIS, pencatatan keuangan, hingga pemasaran produk melalui marketplace dan media sosial. Hal ini disambut langsung oleh Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) Bank Indonesia (BI) IKN, Aswin Gantina. “Bank Indonesia telah menerapkan inovasi di sistem pembayaran melalui QRIS. Semua pembayaran atau transaksi oleh UMKM bisa dilakukan menggunakan QRIS. Jadi tidak perlu lagi menggunakan uang tunai. Dengan QRIS keuntungannya sangat banyak, misalnya menghindari uang palsu, pencatatan menjadi jauh lebih rapi, serta kekinian,” ujarnya. Aswin turut menambahkan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dalam mendukung visi Nusantara sebagai kota yang maju dan modern. Karena itu, pelaku ekonomi kreatif diharapkan mampu memperluas pasar melalui platform digital. Direktur Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Pahlirungi, yang hadir mewakili Otorita IKN menyampaikan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk para pelaku ekonomi kreatif. “Otorita IKN tidak hanya melakukan pembangunan fisik, tetapi sumber daya manusianya juga kita bangun. Otorita IKN berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam membangun sumber daya manusia, termasuk para pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif agar kapasitasnya kian meningkat ke depannya,” ujar Muhsin. Menurutnya, pelatihan seperti ini merupakan cara agar pelaku ekonomi kreatif lokal mampu tumbuh bersama perkembangan Nusantara. Tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga meningkatkan kemampuan di dunia usaha, khususnya dalam mengelola dan memasarkan produknya secara lebih luas. “Otorita IKN akan mendampingi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sampai mereka betul-betul bisa menjadi pemain, bukan hanya penonton,” tutup Muhsin. (Senin, 11 Mei 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

DPRD Jawa Tengah
Kunjungan
11 Mei 2026

DPRD Jawa Tengah Pelajari Pengembangan Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat di IKN

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Senin (11/05/2026) di Kantor Otorita IKN. Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan studi banding terkait pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan tenaga kerja, hingga penguatan UMKM di IKN. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN, Nusantara diarahkan menjadi destinasi pariwisata unggulan kelas dunia melalui pengembangan wisata ramah lingkungan dan retret kebugaran yang mencerminkan kearifan lokal. Konsep tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya setempat. Saat ini, IKN telah menyediakan peta visitasi wisata melalui aplikasi IKNOW yang menyajikan informasi layanan wisata secara interaktif bagi masyarakat. Selain informasi destinasi wisata, aplikasi tersebut juga memuat layanan transportasi umum dan panduan perjalanan ( travel guidebook ) yang dapat diakses pengunjung. Berbagai potensi destinasi dan fasilitas wisata tengah dikembangkan di IKN, di antaranya convention center , fasilitas kesehatan, pusat budaya Islam, pusat informasi wisatawan, pusat kuliner, botanical garden , serta pusat kebudayaan Nusantara. Sementara itu, sejumlah destinasi yang telah menjadi daya tarik wisata dan dapat dikunjungi masyarakat meliputi Gunung Parung, Sungai Hitam Bekantan, Mangrove Mentawir, Goa Tapak Raja, dan Bukit Bangkirai. Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyampaikan bahwa pembangunan IKN diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. “Kita akan menjadi superhub ekonomi Indonesia dari barat ke timur. Prinsipnya IKN akan mendongkrak ekonomi Indonesia,” ujar Bimo. Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sri Hartini, menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari lebih lanjut konsep pembangunan pariwisata dan pengelolaan lingkungan di IKN, termasuk pemberdayaan masyarakat lokal. “Kami sangat tertarik bagaimana konsep pembangunan pariwisata dan lingkungan di sekitar IKN, termasuk pemberdayaan masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan penguatan UMKM. Kebetulan kami juga sedang menggarap Raperda penanganan lahan kritis, sehingga mudah-mudahan kami bisa belajar dan bertukar pikiran bersama,” ujar Sri. Kunjungan kerja DPRD Jawa Tengah ke IKN ditutup dengan peninjauan lapangan ke sejumlah kawasan pembangunan, di antaranya Istana Negara dan area Glamping di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. (Senin, 11 Mei 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Contactcallcenter