Kunjungan Lebaran Kuatkan Ekonomi UMKM dan Pelaku Usaha di IKN
28 March 2026 · 06:00 AM
Reading Time 3 Minutes
Share Article
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri
Libur Idul Fitri

NUSANTARA – Momentum libur Idulfitri 1447 H menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tingginya antusiasme masyarakat yang berkunjung untuk melihat perkembangan pembangunan IKN turut mendorong geliat aktivitas ekonomi, khusunya bagi pelaku saha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pelaku usaha lainnya.

“Arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Kami melihat bagaimana kunjungan masyarakat ke IKN telah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” ujar Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, pada Sabtu (28/03/2026) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), IKN.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami peningkatan omzet selama periode libur lebaran. Kevin, pedagang dari Rumah Makan Global yang berjualan makanan dan minuman di area glamping menyebut penjualannya meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung.

“Awalnya kami memulai dengan omzet sekitar Rp1 juta per hari. Namun, melihat tingginya antusiasme pengunjung, kami meningkatkan kualitas dan jumlah produk, sehingga omzet kini bisa melampaui Rp1 juta per hari,”

Hal serupa disampaikan Nita dari Café Sepaku Empat. Ia mengatakan penjualan meningkat signifikan pada hari-hari awal Lebaran.

“Awalnya omzet sekitar Rp1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” ujarnya.

Nita mengaku mochi menjadi produk yang paling laris. “Meskipun proses pembuatannya cukup lama penjualannya sangat cepat, terutama diminati oleh anak-anak,” ujarnya.

Wahyu, penjual dawet ayu “Bang Brewok” yang berjualan di area Plaza Seremoni juga mencatat peningkatan penjualan dagangannya.

“Omzet penjualan itu sekitar Rp10 sampai Rp12 juta per hari,” kata Wahyu.

Sementara itu, Dina, pelaku UMKM souvenir Nusantara, menyebutkan bahwa omzet meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa, terutama dari penjualan baju Nusantara.

Di sektor kuliner modern, Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto mengatakan omzet meningkat saat libur dan adanya kegiatan di kawasan IKN.

“Misal liburan gini atau ada event kita bisa tembus Rp10 atau Rp15 juta, kalau ga ada event Rp2 atau Rp3 juta,” ujar Ichi.

Sri Mus Mulyawati, dari D’sweet Nusantara, menyampaikan bahwa produk bakwan Malang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

“Rasanya (bakwan) itu bikin kangen pengunjung. Itu testimoni pengunjung sendiri. Katanya kalau ke IKN itu ingetnya bakwan malang d’sweet,” ujarnya.

“Selama Lebaran, omzet bisa mencapai Rp10 sampai Rp20 juta per hari. Banyak pengunjung datang kembali karena mengingat menu kami,” katanya.

Ia menambahkan bahwa akses menuju kawasan IKN menjadi faktor penting dalam peningkatan jumlah kunjungan. Pembukaan akses jalan selama periode libur dinilai berpengaruh terhadap tingginya arus pengunjung.

Troy Pantouw menyampaikan penghargaan atas keikutsertaan para pelaku usaha, "Otorita IKN memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang sudah membuka outlet di berbagai titik di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) di IKN serta kepada pelaku UMKM yaitu pedagang makanan dan minuman, merchandise yang berasal dari warga sekitar." "Ini bukan sekedar berkah musim liburan namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara," tegas Troy.

(Sabtu, 28 Maret 2026)

 

Dokumentasi Foto
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Written by
Humas OIKN
Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Share This Article
Contactcallcenter