Pembangunan IKN Dorong Dampak Ekonomi Awal bagi Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur
3 Juli 2026 · 11:00 AM
Waktu Baca 2 Menit
Bagikan Artikel
Ekonomi
Ekonomi
Ekonomi
Ekonomi
Ekonomi
Ekonomi

NUSANTARA — Kajian dampak ekonomi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahap I periode 2022–2024 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat lebih tinggi dan signifikan sebesar 19,9 persen dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur. Kalimantan Timur juga tumbuh lebih tinggi sebesar 3,7 persen dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan IKN perlu dibaca dari kemampuan pembangunan tersebut menggerakkan ekonomi wilayah dan memberi manfaat bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Mia saat membahas hasil kajian dampak ekonomi pembangunan IKN dalam Seminar Jumat Belajar bertema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!”, Jumat (26/06/2026).

“Keberhasilan IKN diukur bukan hanya jumlah gedung, tetapi dampak ekonomi, seberapa besar ekonomi itu tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Mia.

Kajian tersebut menunjukkan bahwa dampak ekonomi awal IKN paling kuat terkonsentrasi di PPU sebagai wilayah inti pembangunan. Pertumbuhan di wilayah ini terutama didorong oleh belanja pemerintah dan lonjakan investasi, dengan sektor konstruksi menjadi salah satu penggerak utama struktur PDRB setelah pembangunan IKN berjalan.

Dampak pembangunan juga mulai mengalir ke wilayah sekitar melalui kebutuhan barang dan jasa, logistik, akomodasi, transportasi, perdagangan, serta sektor pendukung lainnya. Aktivitas pembangunan Kawasan Nusantara mulai membentuk keterkaitan ekonomi dengan daerah penyangga di Kalimantan Timur, tidak hanya bertumpu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Pada periode pembangunan IKN Tahap II ke depan, dampak ekonomi diperkirakan akan semakin meningkat. Tambahan PDRB diproyeksikan memberikan kontribusi yang signifikan bagi Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Provinsi Kalimantan Timur, dengan dampak positif yang berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah tersebut.

Proyeksi tersebut menjadi penting di tengah dinamika geopolitik global dan kebutuhan Kalimantan Timur untuk memperkuat transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah. Oleh karena itu, dampak pembangunan IKN perlu dikelola dari aktivitas konstruksi menuju penguatan rantai pasok lokal, kapasitas tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha daerah. serta pengembangan sektor lainnya.

Arah pengelolaan tersebut sejalan dengan konsep pengembangan melalui Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) untuk memperluas dampak pembangunan IKN dalam jangka panjang. Melalui keterkaitan IKN, Balikpapan, Samarinda, dan wilayah sekitar, pembangunan Nusantara diarahkan sebagai pusat pertumbuhan baru yang mendorong ekonomi Kalimantan Timur bergerak menuju sektor yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.

(Jumat, 03 Juli 2026)

 

Dokumentasi Foto

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Ditulis oleh
Humas Otorita IKN - Jaya
Bagikan Artikel Ini
HubungicallcenterIbu Kota Nusantara