Berita Ibu Kota Nusantara

Berikut merupakan siaran pers terkini mengenai keberlanjutan dari Ibu Kota Nusantara. Siaran pers menyajikan berita seputar pembangunan, event, organisasi dan proses lengkap kejadian yang ada pada Ibu Kota Nusantara.

Pelayanan Dasar
Pelayanan Dasar
7 Jul 2026

Otorita IKN dan RS Mayapada Nusantara Dorong Budaya Kerja Sehat melalui Edukasi Kesehatan Jantung

NUSANTARA – Produktivitas kerja berawal dari tubuh yang sehat. Menyadari pentingnya menjaga kesehatan pegawai, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Rumah Sakit Mayapada Nusantara menggelar Health Talk bertema "Jantung Sehat untuk Produktivitas Kerja: Kenali Risiko, Ubah Kebiasaan, dan Mulai Skrining Sejak Dini" di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Koordinator 3 Tower 1, Nusantara, Selasa (07/07/2026). Kegiatan ini mengajak ASN dan para pekerja di kawasan IKN untuk lebih mengenali faktor risiko penyakit jantung yang kerap berkembang tanpa gejala. Selain edukasi dari dokter spesialis jantung, peserta juga memperoleh pemeriksaan kolesterol dan konsultasi kesehatan sebagai langkah deteksi dini. Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, mengatakan bahwa kesehatan menjadi modal utama dalam menjaga produktivitas, terlebih di tengah percepatan pembangunan IKN. "Kalau ingin produktif, maka harus sehat. Sehat dan produktif adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketika kesehatan terjaga, kita dapat bekerja lebih optimal untuk menyelesaikan setiap tahapan pembangunan IKN," ujarnya pada Selasa (07/07/2026) di rang Serbaguna Kantor Kementerian Koordinator 3 Tower 1, Nusantara. Menurut Suwito, hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) di IKN yang dilaksanakan sebelumnya menunjukkan masih tingginya faktor risiko penyakit tidak menular. Sebanyak 46,4 persen peserta memiliki kadar kolesterol tinggi, 30,2 persen mengalami kadar asam urat tinggi, dan 17,1 persen memiliki tekanan darah tinggi. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat bagi para pegawai. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dr. Farah Alkatiri, M.M., M.PH., FISQua, menilai kesehatan pekerja merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi. "Karyawan adalah aset organisasi. Ketika kesehatan mereka terjaga, produktivitas pun meningkat. Karena itu, kami terus berkomitmen mendukung Otorita IKN melalui berbagai program promotif dan preventif agar masyarakat dan para pekerja di Nusantara tetap sehat," ujarnya. Dalam sesi edukasi, Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dr. Dewi Ayu Paramita, Sp.JP., FIHA, menjelaskan bahwa hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, hingga riwayat keluarga merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebagian besar faktor tersebut dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan sebelum memeriksakan diri. "Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli. Skrining membantu kita mengenali risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius," jelasnya. Melalui kegiatan ini, Otorita IKN bersama RS Mayapada Nusantara terus mendorong terbentuknya budaya kerja yang menempatkan kesehatan sebagai bagian dari produktivitas. Dengan jantung yang sehat, ASN dan para pekerja diharapkan mampu menjalankan aktivitas dengan baik untuk mendukung pembangunan Nusantara.

Penanaman di IKN
Reforestasi
7 Jul 2026

1.200 Pohon Ditanam oleh 1.000 Peserta di Ibu Kota Nusantara Memperingati Hari Konservasi Alam Sedunia

NUSANTARA — “Selamat datang dan bergabung ke dalam dream team Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, saat menyambut lebih dari 1000 peserta dari berbagai unsur yang terlibat dalam kegiatan Penanaman oleh Insan Otorita IKN di Embung G, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Selasa (07/07/2026). Kegiatan penanaman ini merupakan kolaborasi antara Otorita IKN dan PT ITCI Hutani Manunggal dalam rangkaian Hari Konservasi Alam Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli. Bagi Basuki, penanaman pohon bukan kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga lingkungan dan melakukan konservasi alam secara berkelanjutan. “Kegiatan ini bukan seremonial dan kita selalu menyampaikan bahwa kita menjaga sekaligus melakukan konservasi lingkungan dan alam. Lebih dari lima ribu hektare sudah kita tanam dan hari ini kita menanam kembali di Embung G ini,” tegasnya. Mengusung moto Protect Nature, Preserve Our Future , kegiatan ini dilakukan melalui penanaman 1.200 pohon dari 17 jenis tanaman yang terdiri atas kayu-kayuan, Multi Purpose Tree Species (MPTS), dan tanaman estetika. Ribuan peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari Insan Otorita IKN, PT ITCI Hutani Manunggal, SMA Taruna Nusantara, Polresta IKN, Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU)/alumni pegawai Kementerian PUPR, KKN-PPM UGM Pelita Nusantara hingga masyarakat dari berbagai daerah. Hingga saat ini, realisasi penanaman di Ibu Kota Nusantara telah mencapai 8.947,55 hektare dengan lebih dari 5 juta tanaman yang telah ditanam. Melihat perkembangan tersebut, peserta dari Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU), Diana mengaku tidak menyangka kawasan Nusantara telah tumbuh menjadi kota dengan ruang yang hijau dan nyaman. “Ini pertama kali kami ke sini. Apa yang kami lihat melebihi ekspektasi. Tidak menyangka seperti ini, sangat hijau, cocok untuk healing , dan rasanya umur tambah panjang di sini. Kalau menurut saya, sesuatu yang dulu terasa tidak mungkin, ternyata bisa menjadi mungkin,” ujarnya. Keterlibatan generasi muda juga terlihat melalui kehadiran 30 mahasiswa KKN-PPM UGM Pelita Nusantara yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN-PPM UGM Pelita Nusantara, Christian Perdana Putra Malau, mengatakan kegiatan penanaman ini menjadi pengalaman langsung untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan IKN. “Salah satu alasan saya ingin KKN di Sepaku adalah karena Ibu Kota Nusantara. Dengan tema forest city , saya rasa IKN bisa menjadi salah satu contoh bahwa kita bisa membangun kota, tetapi tetap menjaga lingkungan,” ujar Christian. Kegiatan penanaman ini turut menarik perhatian Mike Davidson warga kebangsaan Canada, host serial media internasional How Did They Fix That?. Menurutnya, penanaman pohon di IKN menunjukkan kerja bersama banyak pihak dalam membangun kota yang berkelanjutan. “Saya pernah ikut menanam pohon sebelumnya, tetapi tidak dalam skala seperti ini dan tidak dalam kegiatan dengan energi serta suasana positif seperti ini. Nusantara itu indah. Nusantara itu berkelanjutan. Ini tempat yang istimewa,” tutup Mike. (Selasa, 07 Juli 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Hari Doa
Kebudayaan
5 Jul 2026

Puncak Hari Doa Nasional 2026 di Nusantara, Delapan Aras Gereja Doakan Bangsa

NUSANTARA — Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sekaligus pimpinan Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI), Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th., menyebut pelaksanaan Hari Doa Nasional (HDN) V Tahun 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai sejarah bagi FUKRI dan umat Kristiani Indonesia. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan pimpinan dari delapan aras gereja, ratusan peserta yang hadir langsung, serta jemaat yang mengikuti melalui live streaming dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. “Kegiatan Hari Doa Nasional yang menghadirkan pimpinan dari delapan aras gereja di IKN adalah suatu sejarah. Bersama ratusan peserta yang hadir langsung maupun melalui live streaming di seluruh pelosok dalam dan luar negeri, kita berdoa bersama-sama. Ini juga suatu sejarah bagi FUKRI, di tengah IKN yang sedang giat dalam pembangunan legislatif dan yudikatif. Hari ini kita di sini berdoa untuk bangsa dan negara Indonesia serta para pemimpinnya,” ujar Pdt. Tommy. Puncak penutupan HDN V Tahun 2026 yang diselenggarakan FUKRI berlangsung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Minggu (05/07/2026). Kegiatan ini menutup rangkaian empat hari perjalanan doa yang sebelumnya dibuka di BSSC Dome Balikpapan, dengan Gereja Bethany of Favour sebagai tuan rumah kegiatan HDN ke-5 di Balikpapan dan IKN, serta diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai daerah. Dari antara peserta yang hadir, Marcel Kanon turut membawa pesan doa bagi Indonesia. Pendeta Gereja Bethany Nusantara House of Restoration Kota Auckland, Selandia Baru, itu menyampaikan bahwa kehadirannya di Nusantara merupakan bagian dari doa bersama untuk bangsa, dari Papua hingga Aceh. “Indonesia butuh doa. IKN butuh doa. Seluruh Indonesia, dari Papua sampai Aceh, butuh didoakan. Dalam rangka itulah kami (Umat Kristiani) datang ke sini untuk puncak Hari Doa Nasional,” ujarnya. Puncak penutupan Hari Doa Nasional (HDN) V Tahun 2026 yang diselenggarakan Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) berlangsung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Sabtu (05/07/2026). Kegiatan ini menutup rangkaian empat hari perjalanan doa yang sebelumnya dibuka di BSSC Dome Balikpapan, dengan jumlah peserta sekitar 700 orang dari berbagai daerah. Ketua Umum Panitia Hari Doa Nasional 2026, Fanny Jossy Kusumo, menyampaikan bahwa pelaksanaan HDN di Nusantara menjadi bagian dari perjalanan iman bersama. “Kita telah melewati empat hari perjalanan. Kita mulai dari BSSC Dome Balikpapan, kemudian mendengar firman Tuhan. Bagi kami, ini bukan perpindahan tempat, ini adalah membangun iman. Di tempat ini, kita membuktikan ketika semua bergandengan tangan, semua akan indah pada waktunya. Kita dipersatukan untuk mengasihi Tuhan, itulah Hari Doa Nasional. Kita dipersatukan karena adanya perbedaan,” ujarnya. Dari Indonesia wilayah timur, Bupati Tolikara, William Wandik, hadir bersama rombongan rohaniawan. Ia menilai Nusantara menjadi tempat yang tepat untuk menyuarakan doa dan pengharapan bagi bangsa. “Di sini sentralnya Nusantara, jantungnya Nusantara. Dari sini kita harus gaungkan doa dan pengharapan untuk bangsa. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus mendoakan IKN, mendoakan Nusantara, dan mendoakan Indonesia,” ungkapnya. Rangkaian puncak penutupan HDN 2026 juga diisi dengan penanaman pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis, KIPP Nusantara. Dalam sambutannya, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa pembangunan Nusantara dilakukan dengan tetap menjaga alam. “Inilah IKN, kami hanya membangun sekitar 20 persen saja. Sebagian besar kawasan ini kami kembalikan melalui reforestasi sebagai hutan asli wilayah Kalimantan Timur, atau kita sebut juga rewilding Nusantara,” ujar Troy. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut hadir sekaligus menyampaikan apresiasi kepada FUKRI dan seluruh peserta Hari Doa Nasional 2026 yang telah memilih Nusantara sebagai lokasi puncak penutupan. “Kami mengucapkan terima kasih dan bersyukur karena FUKRI memilih IKN sebagai tempat penutupan. Bagi kami, apa pun yang kita kerjakan, sekeras apa pun, kalau tanpa alas doa, pekerjaan itu akan kurang bermakna. Dengan alas doa, pekerjaan kita berhubungan dengan Tuhan, sehingga pekerjaan ini bernilai ibadah,” tutup Basuki. (Minggu, 05 Juli 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Ekonomi
Article
3 Jul 2026

Pembangunan IKN Dorong Dampak Ekonomi Awal bagi Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur

NUSANTARA — Kajian dampak ekonomi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahap I periode 2022–2024 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat lebih tinggi dan signifikan sebesar 19,9 persen dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur. Kalimantan Timur juga tumbuh lebih tinggi sebesar 3,7 persen dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan. Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan IKN perlu dibaca dari kemampuan pembangunan tersebut menggerakkan ekonomi wilayah dan memberi manfaat bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Mia saat membahas hasil kajian dampak ekonomi pembangunan IKN dalam Seminar Jumat Belajar bertema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!”, Jumat (26/06/2026). “Keberhasilan IKN diukur bukan hanya jumlah gedung, tetapi dampak ekonomi, seberapa besar ekonomi itu tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Mia. Kajian tersebut menunjukkan bahwa dampak ekonomi awal IKN paling kuat terkonsentrasi di PPU sebagai wilayah inti pembangunan. Pertumbuhan di wilayah ini terutama didorong oleh belanja pemerintah dan lonjakan investasi, dengan sektor konstruksi menjadi salah satu penggerak utama struktur PDRB setelah pembangunan IKN berjalan. Dampak pembangunan juga mulai mengalir ke wilayah sekitar melalui kebutuhan barang dan jasa, logistik, akomodasi, transportasi, perdagangan, serta sektor pendukung lainnya. Aktivitas pembangunan Kawasan Nusantara mulai membentuk keterkaitan ekonomi dengan daerah penyangga di Kalimantan Timur, tidak hanya bertumpu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Pada periode pembangunan IKN Tahap II ke depan, dampak ekonomi diperkirakan akan semakin meningkat. Tambahan PDRB diproyeksikan memberikan kontribusi yang signifikan bagi Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Provinsi Kalimantan Timur, dengan dampak positif yang berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah tersebut. Proyeksi tersebut menjadi penting di tengah dinamika geopolitik global dan kebutuhan Kalimantan Timur untuk memperkuat transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah. Oleh karena itu, dampak pembangunan IKN perlu dikelola dari aktivitas konstruksi menuju penguatan rantai pasok lokal, kapasitas tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha daerah. serta pengembangan sektor lainnya. Arah pengelolaan tersebut sejalan dengan konsep pengembangan melalui Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) untuk memperluas dampak pembangunan IKN dalam jangka panjang. Melalui keterkaitan IKN, Balikpapan, Samarinda, dan wilayah sekitar, pembangunan Nusantara diarahkan sebagai pusat pertumbuhan baru yang mendorong ekonomi Kalimantan Timur bergerak menuju sektor yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan. (Jumat, 03 Juli 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Jumat Belajar
Article
27 Jun 2026

Seminar Jumat Belajar Bahas Dampak Ekonomi IKN bagi Wilayah PPU dan Kalimantan Timur

NUSANTARA — Dampak awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai terlihat pada perekonomian wilayah sekitar, terutama di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kalimantan Timur. Hal tersebut disampaikan dalam edisi Seminar Jumat Belajar dengan tema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!” yang diselenggarakan secara hybrid pada Jumat (26/06/2026) di Kantor Balai Kota Otorita IKN. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta, terdiri dari Insan Otorita IKN, Bank Indonesia (BI), Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI), serta Perwakilan Himpunan Bank Negara di Nusantara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN terhadap berbagai wilayah sekitarnya, termasuk Provinsi Kalimantan Timur, Pulau Kalimantan, hingga berskala nasional. Diskusi mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN menghadirkan tiga pembicara, yakni Pungky Widiaryanto (Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN), Azhari Novy Sucipto (Ekonom Senior/Asisten Direktur BI Provinsi Kalimantan Timur), dan Ibnu Yahya (Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas), serta satu penanggap, Pipit Helly Sorayan (Direktur Statistik Industri BPS RI). Dalam sambutannya, Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ruang untuk mendiskusikan hasil kajian mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN pada wilayah sekitar. Menurutnya, pemahaman berbasis data diperlukan agar pembangunan IKN dapat terus diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi. “Seminar ini adalah upaya kita bersama untuk memahami dampak ekonomi pembangunan IKN. Kajian ini menganalisis dampak ekonomi secara komprehensif bukan hanya di KIPP, namun sampai Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan. Analisis dampak pembangunan tahap awal ini selanjutnya harus diperbarui secara periodik dalam upaya kita bersama untuk memahami dampak IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) dalam mendukung transformasi ekonomi nasional,” ujar Mia. Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa dampak terbesar pembangunan IKN terkonsentrasi di Kalimantan Timur, khususnya PPU. Pertumbuhan ekonomi PPU tercatat lebih tinggi dan signifikan sebesar 19,9 persen dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur, sementara Kalimantan Timur tumbuh lebih tinggi dan signifikan sebesar 3,7 persen dibanding provinsi lain di Kalimantan. Menanggapi hal tersebut, Ibnu Yahya menyampaikan bahwa pembangunan IKN dan SEN berperan dalam mendorong transformasi ekonomi Kalimantan Timur agar tidak hanya bertumpu pada sektor ekstraktif. Transformasi tersebut perlu diarahkan melalui penguatan hilirisasi, pengembangan sektor bernilai tambah, serta peningkatan kompleksitas produksi agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih berkelanjutan. “Dengan Tri-City Development-nya IKN, dapat menunjukkan hasil signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan analisis dampak ekonomi yang disampaikan oleh Otorita IKN sebelumnya. Ini sangat baik. Untuk itu dengan adanya IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) di masa depan, kita berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk bagi wilayah Kalimantan Timur dapat tumbuh sesuai dengan target yang kita harapkan,” ujar Ibnu. Menutup edisi Jumat Belajar ini, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan agar pembelajaran mengenai dampak makroekonomi tidak berhenti sebagai kajian, tetapi diterjemahkan ke dalam program-program di level mikro oleh seluruh unit organisasi Otorita IKN. Basuki pun mengingatkan untuk nguri-uri kegiatan belajar sebagai sebuah kebiasaan, termasuk dalam sektor pemerintahan. “Hari ini kita belajar makro ekonomi, kita harus ‘membunyikan’ itu pada program-program kita (Otorita IKN). Terima kasih untuk semua yang hadir dan telah menginisiasi Kupas Tuntas ini, termasuk untuk yang hadir disini masih nguri-uri dalam memelihara learning organization . Saya percaya, kalau kita berhenti belajar, organisasi yang masih sangat muda ini tidak akan berkembang, teruslah belajar,” tutup Basuki. (Sabtu, 27 Juni 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Plaza Seremoni
Berita
26 Jun 2026

Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Wujudkan Ruang Publik Berkualitas dalam Konsep Kota Hutan Berkelanjutan

NUSANTARA – Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara (IKN) berhasil meraih penghargaan internasional Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 untuk kategori Landscape Design Award (Professional Category) . Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas desain lanskap Plaza Seremoni yang memadukan aspek estetika, fungsi ruang publik, serta prinsip pembangunan berkelanjutan. Capaian ini semakin memperkuat posisi Nusantara sebagai kota yang mengedepankan kualitas, estetika, dan keberlanjutan, sekaligus mendukung pengembangan IKN sebagai liveable and loveable city atau kota yang nyaman dan layak huni. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 dalam mempersiapkan IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028. Terletak di depan Istana Negara dan Istana Garuda, Plaza Seremoni merupakan bagian dari kawasan Sumbu Kebangsaan yang menjadi pusat aktivitas kenegaraan sekaligus ruang interaksi masyarakat di Nusantara. Kawasan ini dikembangkan sebagai reinterpretasi modern dari konsep alun-alun Indonesia yang selama ini menjadi ruang berkumpul, berinteraksi, dan membangun konektivitas sosial. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa pembangunan Nusantara sejak awal dirancang dengan keseimbangan antara kualitas pembangunan, estetika, dan keberlanjutan. "Kami memiliki 3 pilar dalam pembangunan Nusantara yaitu kualitas, estetika dan keberlanjutan," ujar Basuki pada agenda groundbreaking Smart City Corporation Center Kamis (18/06/2026). Lebih dari sekadar kawasan untuk kegiatan kenegaraan, Plaza Seremoni dirancang sebagai ruang publik inklusif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi. Berbagai fasilitas seperti amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki, jalur pesepeda, area hijau, galeri UMKM, hingga ruang komunal menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang nyaman dan hidup. Keunggulan Plaza Seremoni juga terlihat dari penerapan prinsip ekologis dalam desain kawasan. Pemanfaatan kontur alami lahan dan sistem tata air eksisting menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat identitas Nusantara sebagai kota yang tumbuh selaras dengan alam. Penghargaan MLAA 2026 ini menegaskan bahwa pembangunan IKN mendapat perhatian dan apresiasi di tingkat internasional. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa karya pembangunan Indonesia mampu menghadirkan standar baru dalam pengembangan kota modern yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, dan kualitas hidup masyarakat. Plaza Seremoni bersama kawasan Sumbu Kebangsaan sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo pada 14 Agustus 2024. Kawasan ini menjadi salah satu simbol penting transformasi Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia sekaligus representasi kota masa depan yang inklusif dan berkelanjutan. (Jumat, 26 Juni 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Hubungicallcenter