Berita Ibu Kota Nusantara

Berikut merupakan siaran pers terkini mengenai keberlanjutan dari Ibu Kota Nusantara. Siaran pers menyajikan berita seputar pembangunan, event, organisasi dan proses lengkap kejadian yang ada pada Ibu Kota Nusantara.

Revegetasi Tambang
Reforestasi
18 Jun 2026

Mengembalikan Fungsi Hutan Bukit Soeharto: IKN Percepat Pemulihan Lahan Bekas Tambang Ilegal

KUTAI KARTANEGARA – Upaya mengembalikan fungsi ekologis kawasan hutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Otorita IKN bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kementerian/Lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, komunitas petani, hingga masyarakat lokal melakukan kegiatan revegetasi pada lahan bekas tambang ilegal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (18/06/2026). Tahura Bukit Soeharto merupakan kawasan pelestarian alam yang memiliki fungsi penting bagi konservasi, penelitian, pendidikan, serta perlindungan keanekaragaman hayati. Berdasarkan kondisi eksisting, kawasan ini memiliki tutupan lahan berhutan sekitar 57 persen. Sementara itu, sebagian area lainnya merupakan kawasan yang mengalami berbagai bentuk tekanan pemanfaatan lahan dan memerlukan pengelolaan serta pemulihan secara bertahap, termasuk akibat aktivitas ilegal seperti pertambangan, perkebunan, permukiman, dan penggunaan lahan lainnya. Sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi kawasan, Otorita IKN melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN bersama aparat penegak hukum terkait terus melakukan pengawasan dan penertiban terhadap aktivitas yang tidak sesuai ketentuan. Sejak 2023, sebanyak delapan perkara aktivitas tambang ilegal telah ditindaklanjuti melalui proses hukum. Setelah proses penertiban dilakukan, Otorita IKN bersama para pemangku kepentingan melanjutkan langkah rehabilitasi lingkungan melalui kegiatan revegetasi. Pada Kamis (18/6) sebanyak 1.000 pohon ditanam pada area seluas 1,6 hektare yang sebelumnya merupakan lokasi tambang ilegal. Jenis tanaman yang ditanam meliputi balangeran, tanjung, dan trembesi yang dipilih untuk mendukung pemulihan tutupan vegetasi serta keseimbangan ekosistem kawasan. Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, menyebut pemulihan kawasan ini sebagai momentum refleksi bersama atas pentingnya menjaga kawasan hutan. “Penanaman hari ini bukan seremonial, kami menanam dan insya Allah akan memelihara. Ini adalah ajang untuk mempertebal kembali komitmen kita bahwa di masa lalu kita sudah membiarkan kondisi seperti ini terjadi. Kami mohon dukungan dan bantuan seluruh pihak kita kembalikan lagi tempat yang nyaman ini. Ini butuh konsistensi jangka panjang,” ujar Myrna. Sementara itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Edgar Diponegoro, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN, menjelaskan bahwa pengawasan terhadap aktivitas ilegal akan terus diperkuat, termasuk di kawasan hutan konservasi dalam delineasi IKN. “Hingga Juni 2026, di kawasan hutan konservasi dalam delineasi IKN sudah tidak ada tambang ilegal lagi. Jika ada itu di luar hutan konservasi berupa tambang pasir dan batu. Ini yang menjadi target kami ke depan,” ujar Edgar. Dukungan terhadap pemulihan kawasan juga datang dari masyarakat sekitar. Salah satu tokoh masyarakat, Rizal Effendi, yang juga mantan Walikota Balikpapan, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di Samboja. “Kita harus ingat anak cucu kita. Mari kita selamatkan Samboja ini, kita hijaukan kembali dan kita lakukan penanaman bersama,” ujar Rizal. Ke depan, Otorita IKN akan memperkuat langkah pemulihan melalui pengawasan kawasan dan pendataan aktivitas masyarakat. Pendataan dilakukan untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai masyarakat yang telah lama bermukim maupun pihak-pihak yang memanfaatkan kawasan secara tidak sesuai aturan, sehingga kebijakan yang disusun dapat lebih tepat sasaran. Sebagai bagian dari langkah tersebut, Otorita IKN telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Kalimantan Timur untuk memperkuat validasi data masyarakat, termasuk mendorong perangkat desa agar memastikan penerbitan dokumen terkait lahan sesuai dengan ketentuan dan tidak berada pada kawasan hutan yang dilindungi. Selain pemulihan vegetasi, Otorita IKN juga memanfaatkan lokasi penanaman sebagai lahan uji coba inovasi rehabilitasi lahan bersama mitra sektor swasta melalui penggunaan media tanam berbasis biochar. Teknologi ini memanfaatkan sisa kayu yang ada di hutan untuk membantu menjaga kelembapan tanah, memperbaiki kualitas lahan, serta mendukung pertumbuhan mikroorganisme pada area yang sebelumnya mengalami degradasi. Melalui pengawasan, penegakan aturan, dan rehabilitasi lingkungan, Otorita IKN terus mendorong pengelolaan kawasan hutan yang selaras dengan pembangunan Nusantara serta keberlanjutan ekosistem. (Kamis, 18 Juni 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

GB SCCC
Investasi
18 Jun 2026

Groundbreaking SCCC, Otorita IKN dan Korea Selatan Mulai Pembangunan Pusat Kota Cerdas Senilai Rp115,94 Miliar

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Korea Selatan melaksanakan groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC) dengan total nilai hibah kerja sama sebesar 9,9 miliar KRW atau sekitar Rp115,94 miliar. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026) berlokasi di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Delegasi Korea Selatan yang hadir terdiri atas unsur Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT), International Contractors Association of Korea (ICAK), CJ OliveNetworks/CJ Consortium , Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), serta Site Planning . Dalam sambutannya, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut delegasi dari Pemerintah Korea Selatan sekaligus menyampaikan kondisi lokasi yang strategis bagi pembangunan SCCC ini sebagai penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas di Nusantara. “Selamat datang delegasi dari Korea Selatan, Di lokasi ini (pembangunan SCCC) nantinya sangat strategis dan semoga dengan ini, kita akan terus melanjutkan kerja sama ke depan. Untuk semua perizinan, jangan khawatir semuanya ada di kami (Otorita IKN). Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya dan saya berharap dari Bapak/Ibu bisa membantu kami, membangun smart city laboratorium dan bisa digunakan untuk pendidikan, serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan.” ujarnya. Dari total nilai kerja sama tersebut, komponen pembangunan gedung SCCC memiliki nilai 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar. Bangunan seluas sekitar 1.098 meter persegi ini direncanakan terdiri atas dua lantai, dengan lantai pertama untuk control room dan ruang pertemuan, sedangkan lantai kedua untuk area pameran serta AI & Robotics Lab . Area luar bangunan akan dimanfaatkan untuk urban farming sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas. Selain pembangunan gedung, hibah SCCC juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh KICT, serta Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program oleh University of Seoul . Komponen tersebut diarahkan untuk mendukung transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, jejaring akademik, dan kerja sama Indonesia–Korea di bidang smart city. Senada dengan hal tersebut, Director MoLIT, Choi Jung-won, menyampaikan bahwa SCCC diharapkan menjadi ruang kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas. “NCCC ini adalah awal mula dari perwujudan perusahaan untuk mewujudkan smart city dari hasil kolaborasi antara Indonesia dan Korea. Seperti halnya di Korea, Korea juga membangun sebuah kota baru yang menjadikannya sebagai sebuah kota pintar, yaitu Sejong. Maka dari itu, Nusantara dapat memiliki kesempatan tersebut juga, melalui kolaborasi teknologi smart city yang kita miliki. Saya berharap NCCC ini dapat berjalan serta menjadi momentum perkembangan kerja sama ke depan antara Korea dan Indonesia,” ujar Choi Jung-won. Otorita IKN berharap SCCC dapat menjadi pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea, laboratorium digital dan lingkungan, termasuk bagi ekosistem pendidikan di delineasi IKN, ruang demonstrasi solusi kota cerdas, serta wadah pengembangan ekosistem teknologi di Nusantara. Pembangunan gedung SCCC ini berlangsung selama sepuluh bulan serta ditargetkan selesai pada akhir 2027. (Kamis, 18 Juni 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Hari Lingkungan Hidup
Event
16 Jun 2026

Otorita IKN Dorong Gaya Hidup Rendah Emisi Melalui Enviwalk dan Pameran Daur Ulang

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Bank Indonesia dan mitra IKN lainnya menyelenggarakan kegiatan Enviwalk sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Nusantara Park, Selasa (16/06/2026). Kegiatan ini menjadi ajang jalan sehat bersama masyarakat IKN untuk membangun budaya berjalan kaki serta mendorong perubahan perilaku menuju pola mobilitas yang lebih ramah lingkungan di Nusantara. Kegiatan ini mengusung semangat tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, sebagai dorongan untuk melakukan aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, menyampaikan bahwa Enviwalk menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam menghadirkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat. “Semua dirancang agar Enviwalk menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi kita semua, sekaligus menjadi langkah nyata untuk mewujudkan Nusantara sebagai kota hijau dan rendah emisi,” ujar Lazuardi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Otorita IKN dalam mengintegrasikan aksi lingkungan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan IKN. Ratusan peserta turut hadir, mulai dari insan Otorita IKN, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga masyarakat sekitar kawasan IKN. Tidak hanya berjalan bersama, Enviwalk juga menghadirkan pesan lingkungan melalui partisipasi masyarakat yang mengenakan busana berbahan daur ulang sampah. Busana tersebut dilengkapi dengan berbagai pesan edukasi mengenai pentingnya pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai guna. Salah seorang warga Sepaku, Suwati Ningsih, yang turut berpartisipasi dengan mengenakan busana daur ulang, menyampaikan bahwa pakaian yang digunakan dibuat dari material bekas sebagai bentuk kampanye menjaga lingkungan. “Kita memakai baju dari bahan daur ulang plastik yang dibuat sekitar satu minggu. Bando yang saya kenakan juga berasal dari kardus bekas dan plastik bekas. Pesan yang ingin disampaikan melalui pakaian ini adalah agar masyarakat dapat menjaga lingkungan dan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih bisa didaur ulang,” ujar Suwati. Selain Enviwalk, Otorita IKN juga menghadirkan Pameran Daur Ulang di Sentra Massa IKN yang berlangsung pada 14–16 Juni 2026. Pameran ini menjadi wadah edukasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pengelolaan sampah berkelanjutan, penerapan ekonomi sirkular, serta berbagai inovasi pemanfaatan kembali material bekas menjadi produk bernilai guna. Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai praktik pengelolaan lingkungan, mulai dari budidaya Black Soldier Fly (BSF), pengelolaan bank sampah, hingga beragam produk kreatif hasil daur ulang yang tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi bagi masyarakat. (Selasa, 16 Juni 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Aksi Bersih Sampah
Reforestasi
13 Jun 2026

Belajar Langsung dari Pesisir Nusantara, Pelajar dan Mitra Jaga Pantai Tanah Merah

NUSANTARA — Sampah plastik, ranting, kertas, hingga berbagai jenis sampah lainnya menjadi misi bagi para peserta saat menyusuri Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Sabtu (13/06/2026). Warga, pelajar, komunitas, pelaku usaha, dan sejumlah mitra turun bersama dalam Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Salah satunya, kegiatan ini melibatkan perwakilan satuan pendidikan, yakni MTs Al Hidayah dan SD Negeri 018 Samboja. Secara antusias, para pelajar mengikuti edukasi singkat mengenai sampah pesisir dan mangrove , sebelum turun bersama untuk melihat langsung bagaimana kawasan pantai dijaga melalui pemilahan sampah dan penanaman bibit mangrove . Guru SD Negeri 018 Samboja, Rina Handayani, mengatakan kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi murid-muridnya. Menurutnya, gerakan peduli lingkungan sudah dilakukan di sekolah setiap bulan, namun kegiatan di Pantai Tanah Merah membuat anak-anak melihat persoalan lingkungan dalam ruang yang lebih luas. “Kegiatan ini mengandung pesan bagi anak-anak untuk menjaga lingkungan. Selama ini mereka belajar dari lingkungan sekolah, hari ini mereka bisa belajar dari lingkungan yang lebih luas. Kebersihan itu utama dan tanggung jawab bersama,” ujar Rina. Dukungan juga disampaikan Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan, menurutnya, aksi bersih pantai dan penanaman mangrove menunjukkan kerja bersama berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Nusantara. “Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan hari ini. Ini bentuk aksi nyata bersama Otorita IKN, Bank Indonesia, kementerian/lembaga terkait, dan para pemangku kepentingan di IKN untuk menjaga kelestarian lingkungan, supaya kawasan ini tetap hijau dan dapat mencapai tujuan IKN sebagai forest city ,” ujar Pandu. Dari aksi tersebut, sebanyak 202,7 kilogram sampah berhasil dikumpulkan, sementara 350 bibit mangrove ditanam untuk membantu menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi risiko abrasi. Kegiatan ini turut diikuti unsur Otorita IKN, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI/Polri, BIN Daerah Kawasan IKN, instansi lingkungan hidup, BPDAS Mahakam Berau, Puskesmas Samboja, PT Pertamina Hulu Mahakam, Artha Graha, Paragon, NSSE, Electronic City , Nusantara Park , PT Ekosistem Prima Nusantara, masyarakat sekitar, bank sampah, serta pengelola Pantai Tanah Merah. Menutup kegiatan tersebut, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan bahwa menjaga Pantai Tanah Merah tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat, tetapi perlu dilanjutkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat ekosistem pesisir. “Kami berharap upaya menjaga Pantai Tanah Merah sebagai pantai yang bersih dan asri ini terus dilanjutkan. Kita perlu terus melakukan penanaman, terutama mangrove , karena kalau tidak ditanami, abrasi bisa semakin tinggi dan kita bisa kehilangan pantai yang indah ini,” tutup Myrna. (Sabtu, 13 Juni 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Aksi Bersih Sampah
Article
13 Jun 2026

Otorita IKN Gelar Aksi Bersih Pantai dan Tanam 350 Mangrove di Pantai Tanah Merah

NUSANTARA — Pantai Tanah Merah menjadi titik aksi bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan perlindungan pesisir dan pengendalian perubahan iklim. Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove digelar di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Sabtu (13/06/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dengan tema “Saatnya Beraksi untuk Iklim”. Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyampaikan bahwa Pantai Tanah Merah berada dalam delineasi Ibu Kota Nusantara dan memiliki fungsi penting bagi ekosistem pesisir. Untuk itu, pengelolaannya perlu dilakukan melalui kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan mitra lingkungan. “Kegiatan seperti ini bukan kegiatan seremonial, tetapi aksi nyata yang dilakukan Otorita IKN bersama para mitra dan pemangku kepentingan lainnya. Hari ini kita melakukan aksi bersih pantai dan menanam 350 bibit mangrove . Ini tentu tidak cukup dan tidak berhenti sampai di sini, karena upaya pemulihan ekosistem mangrove di IKN akan terus dilakukan,” ujar Myrna. Selain penanaman mangrove , peserta juga mengikuti edukasi persampahan, edukasi mangrove, aksi bersih pantai, pemilahan, dan penimbangan sampah. Dari kegiatan tersebut, peserta mengumpulkan 202,7 kilogram sampah yang dipilah berdasarkan jenisnya. PT Pertamina Hulu Mahakam turut mendukung kegiatan ini melalui penyediaan bibit bakau. Kepala Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam PT Pertamina Hulu Mahakam, Billy Sunyoto, menyampaikan bahwa perusahaan mendukung upaya Otorita IKN dalam menjaga lingkungan hidup di kawasan pesisir. “Kami sebagai perusahaan yang beroperasi di area Otorita IKN berkomitmen untuk mendukung aktivitas Otorita IKN. Di acara ini, kami juga berkontribusi dengan memberikan 500 bibit pohon bakau jenis rhizophora mucronata atau bakau hitam,” ujar Billy. Menyambut aksi ini, Camat Samboja, Damsik, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi bersih pantai dan penanaman mangrove menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan di Kecamatan Samboja, sekaligus melanjutkan kegiatan pemulihan lingkungan yang sebelumnya juga dilakukan di beberapa titik, termasuk area bekas tambang. “Kegiatan ini sangat luar biasa, khususnya untuk Kecamatan Samboja terkait lingkungan. Hari ini aksi nyata itu bukan hanya seremoni, tetapi bukti kepedulian kita terhadap lingkungan di Kecamatan Samboja,” ujarnya. Myrna menegaskan bahwa menjaga kawasan pesisir tidak cukup dilakukan melalui penanaman, tetapi juga melalui perubahan perilaku. Dari aksi ini, Otorita IKN mendorong pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, masyarakat, dan pengunjung untuk menjaga kebersihan Pantai Tanah Merah, tidak membuang sampah sembarangan, serta mulai membiasakan pemilahan sampah di kawasan pantai. “Upaya penyelamatan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim ini tidak bisa dilakukan sendiri, apalagi hanya oleh Otorita IKN. Ini harus dilakukan oleh semua pihak, menjadi gerakan bersama, dan lebih penting lagi menjadi gaya hidup,” tutup Myrna. (Sabtu, 13 Juni 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Bebas Stunting
Umum
12 Jun 2026

Dari Posyandu di Desa-Desa IKN, Upaya Melahirkan Generasi Bebas Stunting Dimulai

NUSANTARA - Di tengah pembangunan fisik yang terus berlangsung, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menghadapi tantangan lain yang tak kalah penting: menyiapkan sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing untuk masa depan ibu kota baru Indonesia. Tantangan dan permasalahan stunting masih menjadi perhatian. Otorita IKN mencatat prevalensi stunting di wilayah IKN masih berada di kisaran 18 persen. Karena itu, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Puskesmas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), serta kader Posyandu sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat. Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito mengatakan, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan ibu kota baru. "Yang terlihat saat ini memang pembangunan fisik. Namun, IKN juga sedang membangun aspek nonfisik, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi generasi penerus pembangunan," kata Suwito di Puskesmas Maridan, pada Jumat (12/06/2026). Menurut Suwito, penanganan stunting di IKN dilakukan melalui pendekatan dari hulu hingga hilir. Program yang dijalankan mencakup edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pemberian tablet tambah darah kepada calon pengantin dan wanita usia subur (WUS), pendampingan keluarga, hingga peningkatan kapasitas kader Posyandu dan tenaga kesehatan. Strategi tersebut berangkat dari pemahaman bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh pemenuhan gizi, tetapi juga kesehatan reproduksi, pola pengasuhan, serta kondisi lingkungan keluarga. Karena itu, intervensi dilakukan sejak sebelum kehamilan terjadi agar risiko stunting dapat dicegah sedini mungkin. Di wilayah IKN, pendekatan tersebut menjadi penting karena kawasan ini diproyeksikan sebagai tempat tumbuhnya generasi yang akan mengisi berbagai profesi dan kebutuhan pembangunan hingga puluhan tahun mendatang. Kualitas sumber daya manusia yang lahir hari ini akan menentukan daya saing IKN pada masa depan. Karena itu, Otorita IKN menempatkan pencegahan sebagai strategi utama. Target yang ingin dicapai bukan hanya menurunkan angka stunting yang ada saat ini, tetapi juga mencegah munculnya kasus-kasus baru. "Ke depan tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN. Ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara," ujar Suwito. Upaya tersebut diperkuat melalui pelatihan kader Posyandu di wilayah delineasi IKN. Dalam kegiatan itu, kader memperoleh pembekalan dari BKKBN mengenai pengelolaan keluarga sehat serta dari dokter spesialis yang tergabung dalam POGI mengenai kesehatan reproduksi dan kehamilan sehat. Kepala Puskesmas Maridan Basiran menilai keterlibatan Otorita IKN membantu memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Menurut dia, penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi investasi penting karena para kader merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan keluarga di tingkat akar rumput. Sementara itu, Seminawati, kader Posyandu Maridan, mengaku pelatihan tersebut memberikan tambahan wawasan yang dapat diterapkan saat mendampingi masyarakat. "Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan supaya angka stunting di IKN semakin menurun," katanya. Bagi Otorita IKN, keberhasilan pembangunan ibu kota baru kelak tidak hanya diukur dari berdirinya gedung-gedung pemerintahan atau infrastruktur modern. Keberhasilan itu juga ditentukan oleh lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Dari ruang-ruang Posyandu di desa-desa sekitar IKN, fondasi sumber daya manusia masa depan Nusantara tengah dibangun. (Jumat, 12 Juni 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Hubungicallcenter