Berita Ibu Kota Nusantara

Berikut merupakan siaran pers terkini mengenai keberlanjutan dari Ibu Kota Nusantara. Siaran pers menyajikan berita seputar pembangunan, event, organisasi dan proses lengkap kejadian yang ada pada Ibu Kota Nusantara.

Otorita IKN Berduka Cita Atas Berpulangnya Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik
Berita
25 Jul 2026

Otorita IKN Berduka Cita Atas Berpulangnya Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik

NUSANTARA – Keluarga besar Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyampaikan duka cita atas berpulangnya Bapak Troy Harold Yohanes Pantouw, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, berikut rangkaian prosesi yang akan dilaksanakan: * Ibadah Penghiburan dan Pelepasan Keberangkatan dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 21.30 WITA hingga selesai, bertempat di Gereja Bethany FOG Ringroad Balikpapan. * Keberangkatan dari Balikpapan menuju Jakarta Minggu, 26 Juli 2026, pukul 06.10 WITA. * Penerimaan Jenazah di Rumah Duka dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 11.00 WIB, di Rumah Duka & Krematorium Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Ruangan C-D, Jakarta Pusat. * Penyerahan Jenazah Secara Kedinasan dan Prosesi Pemakaman dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 10.00 WIB. Lokasi pemakaman TPU Tanah Kusir Blok AA 1 Blad 168, Jakarta Selatan Otorita IKN mengajak seluruh pihak untuk turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan. (Minggu, 26 Juli 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Hidup di IKN
Umum
25 Jul 2026

Kota 10 Menit: Cerita Pegawai di IKN Menemukan Hidup yang Lebih Seimbang di Nusantara

NUSANTARA - Pukul lima sore, lalu lintas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara mulai lengang. Di salah satu halte di depan Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), sejumlah pegawai terlihat berjalan santai dan menunggu bus dalam kota gratis menuju hunian masing-masing. Tidak ada perjalanan berjam-jam yang harus ditempuh sebelum tiba di rumah, cukup menghabiskan waktu 10 menit perjalanan. Bagi Mirfa, seorang pegawai ASN dari Otorita IKN yang telah menetap di Nusantara selama satu tahun, perubahan yang paling terasa bukan hanya lokasi kantor yang dekat, tetapi juga ritme hidup yang berbeda. "Dulu setelah pulang kerja rasanya sudah capek karena perjalanan panjang. Sekarang selesai kerja masih sempat jogging atau ikut latihan badminton. Rasanya hari belum benar-benar selesai setelah jam kantor," ujarnya. Cerita serupa juga dirasakan banyak pekerja dari berbagai lembaga dan dunia usaha yang kini tinggal di kawasan Nusantara. Kehadiran hunian, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, layanan kesehatan, hingga pusat kuliner mulai membentuk ritme kehidupan baru yang lebih dekat antara tempat tinggal dan tempat bekerja. Konsep ini sejalan dengan pendekatan kota layak huni yang menempatkan kualitas hidup masyarakat sebagai pusat pembangunan kota. Konsep kota yang menghubungkan hunian, perkantoran, kawasan komersial, hingga fasilitas publik membuat banyak aktivitas dapat dilakukan tanpa harus bergantung pada kendaraan. Jalur pejalan kaki dan jalur sepeda yang saling terkoneksi memudahkan masyarakat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan nyaman. Bagi sebagian orang, perubahan itu mungkin hanya soal perjalanan yang lebih singkat. Namun bagi mereka yang menjalaninya setiap hari, sepuluh menit perjalanan pulang berarti waktu yang kembali dimiliki. Waktu yang dulu habis di kemacetan kini berubah menjadi kesempatan untuk berlari di sore hari, mengikuti komunitas berkebun, bersepeda bersama teman, bercengkerama dengan kualitas lebih baik dengan keluarga atau sekadar menikmati ruang terbuka sebelum matahari terbenam. Di akhir pekan, Mirfa kerap mengajak keluarganya berjalan kaki menikmati ruang terbuka di sekitar kawasan. Baginya, kota bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat membangun kehidupan. "Saya berharap ke depan semakin banyak fasilitas yang lengkap, sekarang jalur pejalan kaki semakin terhubung, sangat nyaman rasanya jalan sore hari, menikmati senja di belakang Istana Garuda sambil menghirup udara sore di IKN yang bersih. Saya senang sekali sih," katanya sambil mengawasi anaknya bermain. Nusantara masih terus bertumbuh. Jalan baru dibangun, layanan publik terus dilengkapi, dan aktivitas ekonomi bertumbuh dan berkembang. Di balik pembangunan fisik tersebut, gaya hidup sehari-hari warga yang menetap perlahan ikut berubah, ditandai bukan hanya oleh fasilitas sarana dan prasarana yang berdiri, tetapi juga oleh hadirnya waktu yang lebih berkualitas, akses yang semakin mudah, udara yang segar dan harapan akan mutu kehidupan yang lebih baik. (Sabtu, 25 Juli 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Sosialisasi
Pendidikan
24 Jul 2026

Dari Kurang Percaya Diri Menjadi Berani Berbahasa Inggris, Dampak Nyata Program IKN Mengajar

NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui investasi pada kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut ditunjukkan Otorita IKN melalui program IKN Mengajar English Preparation Class, yang berhasil meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus membangun kepercayaan diri peserta didik sebagai bekal memasuki ekosistem pendidikan bilingual di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) IKN. Program yang diikuti 66 peserta, terdiri atas 43 siswa SMP dan 23 siswa SMA dari wilayah sekitar IKN ini dilaksanakan selama 24 April hingga 12 Juni 2026. Selama hampir dua bulan, para peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus membangun kepercayaan diri. Hasil dari proses pembelajaran tersebut menunjukkan capaian yang sangat positif. Berdasarkan evaluasi program, nilai rata-rata peserta meningkat dari 78,74 pada asesmen awal menjadi 91,17 pada asesmen akhir, atau mengalami peningkatan rata-rata sebesar 15,79 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya efektif meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris peserta, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka untuk mengikuti pembelajaran dalam ekosistem pendidikan bilingual. Selama proses pembelajaran, peserta juga menunjukkan perubahan dalam aspek nonakademik, terutama keberanian untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan belajar bilingual yang akan diterapkan di SNT IKN. Penerapan metode pembelajaran yang interaktif (effective learning methods) mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menggunakan Bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas. Pendekatan ini tidak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta keterampilan komunikasi yang menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan. Dampak positif program turut dirasakan oleh orang tua. Salah satunya disampaikan Siti Ramadhani, yang melihat perubahan signifikan pada anaknya setelah mengikuti program tersebut. "Program IKN Mengajar English Preparation Class ini sangat membantu. Awalnya anak saya kurang percaya diri untuk berbicara dalam Bahasa Inggris. Selama mengikuti program, anak diberikan ruang untuk terus berlatih berbicara. Sekarang dia menjadi jauh lebih percaya diri dan lebih lancar menggunakan Bahasa Inggris," ujarnya, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), IKN, Kamis (23/07/2026). Keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Sebanyak 25 Fellow Tutor hasil seleksi nasional bersama 3 tutor Direktorat Pelayanan Dasar Otorita IKN mendampingi peserta selama proses pembelajaran. Dukungan akademik juga diperkuat oleh empat mahasiswa magister Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Sains, dan Pendidikan Fisika yang diterjunkan langsung untuk memberikan pendampingan kepada para siswa. Program ini juga menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris di kawasan IKN. Pendampingan kepada siswa akan terus dilanjutkan melalui berbagai inisiatif, salah satunya Hi 5 Club "English Everywhere", yang akan hadir di sekolah-sekolah wilayah Sepaku untuk membangun budaya penggunaan Bahasa Inggris dalam aktivitas belajar sehari-hari. Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa pembangunan IKN harus menghasilkan masyarakat yang memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat global. "Melalui program IKN Mengajar, kami ingin memastikan generasi muda di sekitar IKN memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas serta siap menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran bilingual di Sekolah Nasional Terintegrasi IKN," ujar Alimuddin. Alimuddin menambahkan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) IKN yang akan mulai beroperasi pada Juli ini juga tengah melaksanakan proses penerimaan peserta didik baru. "Pada bulan Juli ini, SNT IKN sedang membuka pendaftaran bagi calon peserta didik jenjang SMP dan SMA. Untuk jenjang SD, penerimaan tetap dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan. Selanjutnya, pada awal Agustus akan dilaksanakan tes skolastik bagi calon peserta didik kelas VII SMP dan kelas X SMA sebagai bagian dari proses seleksi," kata Alimuddin. Melalui IKN Mengajar, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan manusia berjalan seiring dengan pembangunan kawasan. Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris peserta, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan berkualitas, memperkuat daya saing generasi muda lokal, serta memastikan masyarakat sekitar tumbuh dan berkembang bersama transformasi IKN. (Jumat, 24 Juli 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Karhutla
Reforestasi
24 Jul 2026

Waspada Karhutla Saat El Niño, Laporkan Kejadian Melalui Panic Button Aplikasi IKNOW

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengimbau masyarakat di wilayah delineasi IKN untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño. Fenomena El Niño merupakan siklus iklim alami yang dapat mengurangi curah hujan di Indonesia sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila masyarakat menemukan kejadian karhutla, segera lakukan pelaporan melalui aplikasi IKNOW dengan langkah berikut: 1. Unduh aplikasi IKNOW, layanan terintegrasi untuk pelaporan berbagai kondisi darurat, seperti kebakaran, kecelakaan, gangguan keamanan, dan kedaruratan lainnya. 2. Tekan fitur Panic Button dan kirimkan lokasi kejadian. 3. Laporan akan diteruskan kepada petugas Otorita IKN dan instansi terkait untuk segera ditindaklanjuti. Fitur Panic Button disiapkan untuk mempercepat pelaporan masyarakat sekaligus mendukung respons cepat dalam penanganan keadaan darurat, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan dengan segera melaporkan setiap indikasi kebakaran. Respons cepat dari masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah meluasnya kebakaran dan melindungi kawasan Ibu Kota Nusantara. Perlu diketahui, pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan beserta peraturan terkait lainnya. Ancaman bagi pelaku adalah hukuman 15 tahun penjara dan denda 15 miliar rupiah. (Jumat, 24 Juli 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Beasiswa
Pendidikan
23 Jul 2026

Tujuh Putra-Putri IKN Berangkat ke Universitas Brawijaya, Membawa Harapan untuk Kembali Membangun Daerah

NUSANTARA – Rasa haru dan bangga menyelimuti pelepasan tujuh putra-putri warga kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berhasil meraih Beasiswa Universitas Brawijaya (UB) Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (23/07/2026) di Kantor Otorita IKN. Beasiswa tersebut merupakan program kerja sama antara UB dengan Otorita IKN untuk memberi kesempatan masyarakat di delineasi IKN mendapatkan pendidikan tinggi terbaik. Setelah melalui serangkaian seleksi yang kompetitif, mereka kini bersiap melanjutkan pendidikan di Fakultas Pertanian serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya dengan dukungan pembiayaan penuh berupa Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama delapan semester. Keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Sebanyak 44 peserta mengikuti proses seleksi, terdiri atas 12 pendaftar Fakultas Pertanian dan 32 pendaftar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Para peserta harus melewati seleksi administrasi, penulisan esai, wawancara, presentasi, hingga Focus Group Discussion (FGD) sebelum akhirnya terpilih menjadi penerima beasiswa. Dalam acara pelepasan, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, berpesan agar para penerima beasiswa membuktikan bahwa mereka memang layak memperoleh kesempatan tersebut. Menurutnya, semangat juang dan kerja keras menjadi modal utama selama menempuh pendidikan. “Anak-anakku, seperti kata Pak Sahram Guru SMAN 3 PPU tadi, you have to prove that you are the right people to be selected. Tunjukkan bahwa saudara berhak dan layak mendapatkan beasiswa ini. Fighting spirit-nya harus kuat!” ujar Basuki. Bagi para penerima beasiswa, kesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus amanah. Ifka Nurul Adha, siswi SMAN 3 Penajam Paser Utara, mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya dan berharap ilmu yang diperolehnya kelak dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di IKN. “Perasaan saya sangat bangga. Saya harap ilmu yang saya dapatkan dari Universitas Brawijaya bisa saya implementasikan di IKN,” kata Ifka. Harapan serupa juga disampaikan para orang tua. Musyaheri, ayah dari salah satu penerima beasiswa di jurusan Agroekoteknologi, M Rafiqul Huda, menilai kesempatan tersebut bukan hanya membawa manfaat bagi anaknya, tetapi juga bagi masyarakat di kampung halaman. Sebagai petani kelengkeng di Amborawang Laut, Samboja, ia berharap ilmu yang dipelajari putranya di bidang pertanian dapat diterapkan untuk mengembangkan potensi pertanian di daerah. “Terima kasih karena anak saya bisa lulus melalui seleksi beasiswa IKN. Harapan kami ke depan, ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk pertanian di Amborawang Laut, Samboja. Saya petani kelengkeng dan kami yakin jika anak-anak belajar di sana, ilmunya akan bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya. Program beasiswa ini menjadi salah satu upaya Otorita IKN untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal yang unggul. Harapannya, para penerima beasiswa tidak hanya meraih prestasi selama menempuh pendidikan, tetapi juga kembali membawa pengetahuan dan pengalaman untuk berkontribusi dalam pembangunan IKN. (Kamis, 23 Juli 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Pembangunan Tahap II
Berita
15 Jul 2026

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mempercepat pembangunan fisik Tahap II untuk mewujudkan target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. Untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, Otorita IKN secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi bersama swasta/investor, kementerian/lembaga, penyedia jasa konstruksi, penyedia jasa konsultan konstruksi serta manajemen konstruksi induk. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) di Multifunction Hall, Gedung Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan oleh Kementerian, APBN yang dilaksanakan melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta. Pembangunan yang didanai APBN tidak hanya dilaksanakan oleh Otorita IKN, tetapi juga didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik, dengan rincian 9 paket telah selesai di 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi, dan 16 paket dalam tahap persiapan lelang. Paket-paket yang masih dalam proses konstruksi meliputi pembangunan gedung perkantoran dan kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, hingga kolam retensi serta jaringan perpipaan air minum sebagai bagian dari sistem pengelolaan air minum dan penyediaan layanan dasar perkotaan di IKN. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik, dengan capaian 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam proses konstruksi. Beberapa proyek strategis yang tengah berjalan antara lain pembangunan Jalan Tol IKN, Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta sejumlah jalan pendukung lainnya. Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan, di mana 11 paket telah selesai dan 1 paket masih dalam tahap konstruksi, yaitu pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi guna mendukung penataan kawasan dalam rangka pembangunan IKN. Dari skema investasi swasta, hingga saat ini 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari jumlah tersebut, 9 proyek telah selesai dibangun, sementara 6 proyek sedang memasuki tahap konstruksi, di antaranya Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia. Adapun melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa, yang terdiri atas 7 sektor hunian dan 6 sektor jalan. Dalam waktu dekat, skema ini akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan 8 menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan keselamatan kerja dan menjaga kualitas hasil pembangunan. "K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan," ujar Basuki. Selain memantau progres pembangunan, forum monitoring dan evaluasi ini juga membahas berbagai isu strategis dan kendala di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi serta penyelarasan pelaksanaan pembangunan yang dibiayai melalui APBN, investasi swasta, maupun skema KPBU. (Rabu, 15 Juli 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Hubungicallcenter