Pelatihan Anyaman Rotan dan Ukir Kayu di IKN Dorong Peluang Usaha Warga
13 April 2026 · 06:00 AM
Waktu Baca 2 Menit
Bagikan Artikel
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif

Keterangan foto: Otorita IKN menyelenggrakan pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu untuk masyarakat delineasi IKN pada 13-17 April 2026.

NUSANTARA - Pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu di Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal. Kegiatan yang berlangsung pada 13–17 April 2026 di Tower D Rusun ASN 1 ini diikuti oleh 20 peserta perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah delineasi IKN.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian, yaitu Edi Eskak, Hadi Sumarto, Nova Retnawati, dan Zuriyah. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung agar mampu menghasilkan produk secara mandiri, mulai dari pengolahan bahan baku, teknik produksi, hingga pengembangan desain produk yang memiliki nilai jual.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal.

“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah dalam melestarikan budaya lokal, sekaligus mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru di wilayah IKN,” ujar Muhsin.

Salah satu peserta, Daniel, guru di SMPN 02 Penajam Paser Utara, menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka peluang bagi transfer pengetahuan kepada generasi muda.

“Saya berharap ilmu dari pelatihan ini bisa saya ajarkan kembali kepada siswa. Pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan generasi berikutnya,” ujarnya.

Daniel juga menyoroti potensi rotan yang tersedia di wilayah sekitar IKN yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, pelatihan ini dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk mengolah potensi tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.

Hal serupa disampaikan oleh Dina, pelaku usaha perabotan dari Kecamatan Sepaku, yang melihat pelatihan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan usahanya.

“Saya berharap pelatihan ini bisa membantu saya meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran,” kata Dina.

Melalui pelatihan ini, IKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal, menuju ekosistem yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

(Senin, 13 April 2026)

 

Dokumentasi Foto
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Ditulis oleh
Humas Otorita IKN - Rifda
Bagikan Artikel Ini
Hubungicallcenter