


Keterangan foto: Panen perdana bersama Padi Gogo sukses digelar di Demplit Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (09/04/2026).
KUTAI KARTANEGARA — Panen bersama Padi Gogo di Demplot Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (09/04/2026) menandai langkah awal pengembangan sektor pertanian inovatif di kawasan Nusantara.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono beserta jajaran, Dharma Wanita Persatuan Otorita IKN, Bank Indonesia (BI) melalui Sekretariat Kerja Bersama BI IKN dan Provinsi Kalimantan Timur, Wakil Bupati Kutai Kartanegara, perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Camat Muara Jawa, unsur TNI–Polri di wilayah Muara Jawa, Asosiasi Petani Ibu Kota (APIK), penyuluh pertanian lapangan, serta perwakilan dari berbagai mitra, termasuk PT Pupuk Kalimantan Timur dan Pertamina Hulu Mahakam.
Dalam panen bersama ini, kelompok tani berhasil mengembangkan Padi Gogo dengan lahan seluas 20 hektare sebagai uji coba tahap awal pengembagan inovasi pertanian. Berdasarkan hasil laporan, hasil produksi Padi Gogo yang telah dikembangkan menunjukkan sejumlah keunggulan, termasuk dari sisi kualitas rasa, yaitu lebih pulen, enak, dan gurih dibandingkan dengan varietas beras lainnya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi langkah serta semangat inovasi yang dijalankan oleh kelompok tani bersama berbagai pihak dalam pengembangan pertanian tersebut.
"Hasil ini sudah bagus, luar biasa, Bapak-ibu walaupun ini keliatannya kurang lebih dari 15 hektare, tetapi apabila tersebar dimana-mana ke depannya itu akan sangat luas. Apalagi dengan jumlah 20 orang petani, ini akan lebih mudah dan gampang untuk dimanage. Kita akan lebih kompak. Saya akan dukung ini dan kita akan pelihara sebagai kawasan pertanian bagi Ibu Kota Nusantara mendatang," ujar Basuki.
Apresiasi tersebut juga diberikan terhadap hasil produksi Padi Gogo dengan varietas IPB 9G yang mampu menghasilkan gabah kering panen (GKP) sebesar 4,224 ton per hektare. Pada tahap uji coba, varietas IPB 9G dikembangkan pada lahan seluas 5 hektare, sedangkan varietas lokal ditanam pada lahan seluas 15 hektare.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyampaikan hasil kegiatan panen tersebut sebagai bagian dari evaluasi pengembangan demplot pertanian di Muara Jawa, ke depan.
“Kita baru saja menyelesaikan panen tanaman terakhir dari hasil uji coba yang kita lakukan bersama-sama di Demplot Kelurahan Muara Jawa Ulu. Tadi juga dari Bapak PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) sudah melaporkan kepada kami mengenai hasil panen. Dan, alhamdulillah sudah memenuhi harapan kita sebelumnya,” ujarnya.
Myrna turut menekankan bahwa hasil panen Padi Gogo ini merupakan bagian dari inovasi pertanian yang telah diuji dalam kurun waktu empat bulan terakhir, yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Inovasi hasil pertanian ini sejalan dengan program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Produksi Padi Gogo diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan swasembada pangan, termasuk melalui penguatan produksi beras, sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian berbasis inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di Ibu Kota Nusantara.
(Kamis, 08 April 2026)
Dokumentasi Foto
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara