.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui investasi pada kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut ditunjukkan Otorita IKN melalui program IKN Mengajar English Preparation Class, yang berhasil meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus membangun kepercayaan diri peserta didik sebagai bekal memasuki ekosistem pendidikan bilingual di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) IKN.
Program yang diikuti 66 peserta, terdiri atas 43 siswa SMP dan 23 siswa SMA dari wilayah sekitar IKN ini dilaksanakan selama 24 April hingga 12 Juni 2026. Selama hampir dua bulan, para peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus membangun kepercayaan diri.
Hasil dari proses pembelajaran tersebut menunjukkan capaian yang sangat positif. Berdasarkan evaluasi program, nilai rata-rata peserta meningkat dari 78,74 pada asesmen awal menjadi 91,17 pada asesmen akhir, atau mengalami peningkatan rata-rata sebesar 15,79 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya efektif meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris peserta, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka untuk mengikuti pembelajaran dalam ekosistem pendidikan bilingual.
Selama proses pembelajaran, peserta juga menunjukkan perubahan dalam aspek nonakademik, terutama keberanian untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan belajar bilingual yang akan diterapkan di SNT IKN.
Penerapan metode pembelajaran yang interaktif (effective learning methods) mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menggunakan Bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas. Pendekatan ini tidak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta keterampilan komunikasi yang menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan.
Dampak positif program turut dirasakan oleh orang tua. Salah satunya disampaikan Siti Ramadhani, yang melihat perubahan signifikan pada anaknya setelah mengikuti program tersebut.
"Program IKN Mengajar English Preparation Class ini sangat membantu. Awalnya anak saya kurang percaya diri untuk berbicara dalam Bahasa Inggris. Selama mengikuti program, anak diberikan ruang untuk terus berlatih berbicara. Sekarang dia menjadi jauh lebih percaya diri dan lebih lancar menggunakan Bahasa Inggris," ujarnya, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), IKN, Kamis (23/07/2026).
Keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Sebanyak 25 Fellow Tutor hasil seleksi nasional bersama 3 tutor Direktorat Pelayanan Dasar Otorita IKN mendampingi peserta selama proses pembelajaran. Dukungan akademik juga diperkuat oleh empat mahasiswa magister Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Sains, dan Pendidikan Fisika yang diterjunkan langsung untuk memberikan pendampingan kepada para siswa.
Program ini juga menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris di kawasan IKN. Pendampingan kepada siswa akan terus dilanjutkan melalui berbagai inisiatif, salah satunya Hi 5 Club "English Everywhere", yang akan hadir di sekolah-sekolah wilayah Sepaku untuk membangun budaya penggunaan Bahasa Inggris dalam aktivitas belajar sehari-hari.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa pembangunan IKN harus menghasilkan masyarakat yang memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat global.
"Melalui program IKN Mengajar, kami ingin memastikan generasi muda di sekitar IKN memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas serta siap menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran bilingual di Sekolah Nasional Terintegrasi IKN," ujar Alimuddin.
Alimuddin menambahkan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) IKN yang akan mulai beroperasi pada Juli ini juga tengah melaksanakan proses penerimaan peserta didik baru.
"Pada bulan Juli ini, SNT IKN sedang membuka pendaftaran bagi calon peserta didik jenjang SMP dan SMA. Untuk jenjang SD, penerimaan tetap dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan. Selanjutnya, pada awal Agustus akan dilaksanakan tes skolastik bagi calon peserta didik kelas VII SMP dan kelas X SMA sebagai bagian dari proses seleksi," kata Alimuddin.
Melalui IKN Mengajar, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan manusia berjalan seiring dengan pembangunan kawasan. Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris peserta, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan berkualitas, memperkuat daya saing generasi muda lokal, serta memastikan masyarakat sekitar tumbuh dan berkembang bersama transformasi IKN.
(Jumat, 24 Juli 2026)
Dokumentasi Foto
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara




