Seminar Jumat Belajar Bahas Dampak Ekonomi IKN bagi Wilayah PPU dan Kalimantan Timur
27 June 2026 · 01:30 PM
Reading Time 3 Minutes
Share Article
Jumat Belajar
Jumat Belajar
Jumat Belajar
Jumat Belajar
Jumat Belajar
Jumat Belajar
Jumat Belajar

NUSANTARA — Dampak awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai terlihat pada perekonomian wilayah sekitar, terutama di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikan dalam edisi Seminar Jumat Belajar dengan tema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!” yang diselenggarakan secara hybrid pada Jumat (26/06/2026) di Kantor Balai Kota Otorita IKN. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta, terdiri dari Insan Otorita IKN, Bank Indonesia (BI), Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI), serta Perwakilan Himpunan Bank Negara di Nusantara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN terhadap berbagai wilayah sekitarnya, termasuk Provinsi Kalimantan Timur, Pulau Kalimantan, hingga berskala nasional.

Diskusi mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN menghadirkan tiga pembicara, yakni Pungky Widiaryanto (Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN), Azhari Novy Sucipto (Ekonom Senior/Asisten Direktur BI Provinsi Kalimantan Timur), dan Ibnu Yahya (Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas), serta satu penanggap, Pipit Helly Sorayan (Direktur Statistik Industri BPS RI).

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ruang untuk mendiskusikan hasil kajian mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN pada wilayah sekitar. Menurutnya, pemahaman berbasis data diperlukan agar pembangunan IKN dapat terus diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi.

“Seminar ini adalah upaya kita bersama untuk memahami dampak ekonomi pembangunan IKN. Kajian ini menganalisis dampak ekonomi secara komprehensif bukan hanya di KIPP, namun sampai Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan. Analisis dampak pembangunan tahap awal ini selanjutnya harus diperbarui secara periodik dalam upaya kita bersama untuk memahami dampak IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) dalam mendukung transformasi ekonomi nasional,” ujar Mia.

Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa dampak terbesar pembangunan IKN terkonsentrasi di Kalimantan Timur, khususnya PPU. Pertumbuhan ekonomi PPU tercatat lebih tinggi dan signifikan sebesar 19,9 persen dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur, sementara Kalimantan Timur tumbuh lebih tinggi dan signifikan sebesar 3,7 persen dibanding provinsi lain di Kalimantan.

Menanggapi hal tersebut, Ibnu Yahya menyampaikan bahwa pembangunan IKN dan SEN berperan dalam mendorong transformasi ekonomi Kalimantan Timur agar tidak hanya bertumpu pada sektor ekstraktif. Transformasi tersebut perlu diarahkan melalui penguatan hilirisasi, pengembangan sektor bernilai tambah, serta peningkatan kompleksitas produksi agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih berkelanjutan.

“Dengan Tri-City Development-nya IKN, dapat menunjukkan hasil signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan analisis dampak ekonomi yang disampaikan oleh Otorita IKN sebelumnya. Ini sangat baik. Untuk itu dengan adanya IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) di masa depan, kita berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk bagi wilayah Kalimantan Timur dapat tumbuh sesuai dengan target yang kita harapkan,” ujar Ibnu.

Menutup edisi Jumat Belajar ini, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan agar pembelajaran mengenai dampak makroekonomi tidak berhenti sebagai kajian, tetapi diterjemahkan ke dalam program-program di level mikro oleh seluruh unit organisasi Otorita IKN. Basuki pun mengingatkan untuk nguri-uri kegiatan belajar sebagai sebuah kebiasaan, termasuk dalam sektor pemerintahan.

“Hari ini kita belajar makro ekonomi, kita harus ‘membunyikan’ itu pada program-program kita (Otorita IKN). Terima kasih untuk semua yang hadir dan telah menginisiasi Kupas Tuntas ini, termasuk untuk yang hadir disini masih nguri-uri dalam memelihara learning organization. Saya percaya, kalau kita berhenti belajar, organisasi yang masih sangat muda ini tidak akan berkembang, teruslah belajar,” tutup Basuki.

(Sabtu, 27 Juni 2026)

 

Dokumentasi Foto

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Written by
Humas Otorita IKN - Jaya
Share This Article
ContactcallcenterIbu Kota Nusantara