
NUSANTARA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menekankan empat karakter utama yang harus dimiliki setiap insan Otorita IKN, yakni kuat karena kompeten, berani karena berintegritas, loyal pada profesi, serta inovatif dalam bekerja. Pesan tersebut disampaikan saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil serta Pengangkatan pada Jabatan Fungsional di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (08/06/2026).
Menurut Kepala Otorita IKN, karakter pertama yang harus dimiliki adalah kuat, bukan dalam arti fisik, melainkan kuat karena memiliki kompetensi yang memadai di bidang masing-masing.
“Sebagai orang Otorita, yang pertama, dia harus kuat. Bukan ototnya yang kuat, tetapi kompetensinya yang kuat, karena dia harus kompeten di bidangnya masing-masing. Kalau tidak kompeten, dia tidak akan kuat. Ke depan, membangun IKN tidak gampang. Pasti banyak tantangannya. Tidak hanya membangun gedung-gedung, tetapi juga membangun kehidupan kemasyarakatan yang pasti memiliki tantangan-tantangan yang tidak ringan,” kata Basuki.
Karakter kedua adalah berani, yang lahir dari integritas. Basuki mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan para PNS merupakan komitmen moral dan spiritual yang harus dijaga sepanjang pengabdian.
“Sebagai PNS Otorita harus berani. Bukan berani secara fisik, tetapi berani karena berintegritas,” tegasnya.
Karakter ketiga adalah memiliki loyalitas profesional. Basuki menekankan bahwa loyalitas seorang ASN harus diberikan kepada profesi, tugas, dan amanah yang diemban, bukan kepada individu tertentu.
“Bukan loyal pada individu atau pimpinan, tetapi loyal pada profesinya masing-masing secara profesional. Jadi, professional loyalty. Anda harus mempunyai professional loyalty,” ujar Basuki.
Sementara itu, karakter keempat adalah kemampuan berimprovisasi dan berinovasi. Menurut Basuki, pembangunan IKN membutuhkan aparatur yang mampu melahirkan gagasan-gagasan baru dan tidak terjebak pada cara kerja yang rutin.
“Saudara harus memiliki jiwa seni. Kembangkan jiwa seni saudara. Tidak hanya bernyanyi, tidak hanya berolahraga, tetapi jiwa seni itu akan membawa karakter kita menjadi berani untuk berimprovisasi dan berinovasi,” ujar Basuki.
Dalam kesempatan tersebut Basuki mengingatkan bahwa menjadi ASN bukan sekadar profesi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta para pegawai yang baru dilantik menjadikan setiap tugas dan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian dan ibadah.
“Hari ini, sore ini, kita sekalian mengangkat sumpah dan janji sebagai PNS. Disaksikan oleh para rohaniwan yang mulia, dan saya percaya sore ini Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu wa Ta’ala, ikut hadir menyaksikan pengambilan sumpah saudara sekalian.
Ia menegaskan bahwa sumpah yang telah diucapkan para ASN bukan hanya menjadi komitmen pribadi atau disaksikan oleh para hadirin yang hadir dalam pelantikan, tetapi juga merupakan pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
“Jadi jangan main-main dengan sumpah itu. Sumpah saudara tidak hanya untuk saudara sendiri, tidak hanya didengarkan oleh para hadirin yang hadir pada hari ini, tetapi juga didengarkan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, termasuk para malaikat-Nya,” tegas Basuki.
(Selasa, 09 Juni 2026)
Dokumentasi Foto
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara




.jpeg&w=3840&q=90)