.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
.jpeg&w=3840&q=90)
Keterangan foto: Anak-anak usia sekolah dasar secara riang mengikuti program penguatan literasi dan numerasi yang diadakan melalui kolaborasi antara Otorita IKN, Kemendikdasmen, serta program INOVASI Kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia.
NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Program INOVASI Kemitraan Pemerintah Indonesia–Australia bidang pendidikan mengadakan Gelar Karya Peningkatan Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar di IKN. Kegiatan yang diadakan di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Kamis (11/6/2026), ini menjadi sarana berbagi praktik baik peningkatan mutu pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah-sekolah dasar wilayah Sepaku sekaligus memperkuat kolaborasi pengembangan pendidikan dasar di IKN.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan bahwa program penguatan literasi dan numerasi yang dilaksanakan secara bertahap sejak 2024 telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar wilayah Sepaku.
“Yang paling penting dari program ini bukan hanya meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi murid, tetapi juga terjadinya perubahan cara guru mengajar, cara kepala sekolah memimpin pembelajaran, serta bagaimana pengawas sekolah mendampingi satuan pendidikan untuk terus melakukan perbaikan,” ujar Alimuddin.
Melalui program tersebut, guru didorong untuk memahami kebutuhan belajar setiap anak, menggunakan asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Sementara itu, kepala sekolah dan pengawas semakin berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang fokus pada peningkatan mutu proses belajar mengajar.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menilai praktik baik di sekolah dampingan di Sepaku menunjukkan hasil konkret dalam peningkatan literasi dan numerasi peserta didik.
“Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelatihan guru, tetapi dari dampaknya terhadap hasil belajar anak. Pendampingan yang intensif terhadap guru, kepala sekolah, dan pengawas menunjukkan hasil yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Nunuk.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa pembangunan IKN perlu diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan yang berkualitas. Penguatan literasi dan numerasi menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan beradaptasi terhadap tantangan masa depan.
“Praktik baik yang berkembang di sekolah-sekolah Sepaku menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat diwujudkan melalui kebijakan yang tepat, pendampingan yang berkelanjutan, dan kolaborasi yang kuat. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat kualitas pendidikan di wilayah IKN,” ujar Toni.
Menanggapi kegiatan yang diselenggarakan ini, Ketua Kelompok Kerja Guru Gugus 2 Kecamatan Sepaku, Sarina, mengaku program ini memberikan banyak pembelajaran bagi para pendidik dan menunjukkan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Program ini menghadirkan pemberdayaan bagi para guru dan memperkuat lingkungan belajar di sekolah. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan membuat praktik-praktik baik yang dikembangkan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Kami berharap pengalaman ini dapat diadopsi lebih luas sehingga semakin banyak sekolah yang merasakan dampaknya,” tutup Sarina.
Ke depan, Otorita IKN akan mendorong penyebarluasan praktik baik ini ke sekolah-sekolah di wilayah lain agar peningkatan mutu pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Ibu Kota Nusantara tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, yang megah tetapi juga melalui pembangunan fondasi sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berkualitas.
(Jumat, 12 Juni 2026)
Dokumentasi Foto
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara




